Metode Penerapan ERP

THE PROVEN PATH  (Metode yang telah terbukti)

(Taken from: ERP: Making It Happen. Wallace, Thomas F., Kremzar, Michael H.. John Wiley & Sons, Inc.)

Saat ini telah tersedia jalan yang telah terbukti untuk mengimplementasikan ERP. 30 tahun yang lalu belum ada yang bisa mengatakannya. Sekarang telah ada langkah-langkah yang pasti, yang akan menjamin kesuksesan implementasi dalam waktu singkat, jika diikuti secara setia dan penuh dedikasi.

The Proven Path bukanlah teori. Ini adalah hasil dari kerja keras, para implementer terdahulu yang telah jatuh bangun mengimplementasikan ERP. The Proven Path berevolusi bersamaan dengan ERP.

Saat Original Proven Path dikembangkan oleh Darry Landvater pada 1970-an, dengan nama “closed-loop MRP”, tools lain seperti Total Quality Management belum merambah ke Amerika. Apalagi tools penting lainnya seperti Lean Manufacturing, Design for Manufacturability, Activity-Based Costing, Gainsharing, belumlah tercipta. Namun hari ini, adalah dunia yang benar-benar berbeda. Semua tools itu sangat dibutuhkan secara keseluruhan. Satu saja tidak cukup. Perusahaan harus menjalankan semuanya, dengan sangat baik, agar bisa berkompetisi di pasar global. Perubahan, Pengembangan, dan Implementasi, telah menjadi jalan hidup yang baru.

The Proven Path terdiri dari sejumlah langkah pasti. Kita akan melihatnya secara singkat, dan akan dibahas lebih lanjut pada bab-bab selanjutnya. Langkah-langkah itu tertuang dalam Figure 2-2.

the proven path

• Audit/Assessment I.

Analisis dari situasi, masalah, peluang, strategi perusahaan saat ini. Pertanyaan yang akan timbul seperti: Apakah ERP merupakan langkah terbaik saat ini untuk membuat kita lebih kompetitif? Jika ya, maka bagaimana cara terbaik mengimplementasikannya: company-wide atau quick-slice? Analisis ini akan bertindak sebagai dasar untuk membuat action plan (short-term) untuk menjembatani periode waktu sampai jadwal proyek detail bisa terbentuk.

• First-cut Education.

Sekelompok executive dan manajer operasi harus belajar, secara umum, bagaimana ERP bekerja, apa yang membentuknya, bagaimana cara mengoperasikannya, dan apa yang dibutuhkan untuk memakainya. Hal ini penting untuk menegaskan arah yang ditetapkan oleh Audit/Assessment I dan untuk mempersiapkan pernyataan visi dan analisis cost/benefit. Hal ini juga menjadi penting karena alasan lain: Para pemimpin ini perlu belajar peran mereka dalam proses, karena semua perubahan yang signifikan terlahir dari leadership.

• Cost/Benefit Analysis.

Sebuah proses untuk menghasilkan dokumen tertulis yang merinci biaya implementasi dan manfaat penggunaan ERP, dan menghasilkan keputusan formal apakah ERP akan dilanjutkan atau tidak.

• Go/No-Go Decision.

Jika dari hasil Cost/Benefit Analysis terlihat bahwa manfaat ERP sangat menarik, maka keputusan untuk terus menjalankannya perlu dibuat “resmi” oleh pemimpin perusahaan.

• Vision Statement.

Sebuah dokumen tertulis yang mendefinisikan lingkungan operasional yang ingin dicapai melalui penerapan ERP.

• Performance Goals.

Perjanjian untuk kategori kinerja yang diharapkan akan meningkat dan seberapa jauh tingkat yang diharapkan tercapai.

• Project Organization.

Menciptakan Executive Steering Committee; sebuah team proyek ditingkat operasional, yang terdiri terutama dari para manager departemen-departemen operasional; dan pemilihan pimpinan proyek (fulltime) dan orang-orang lain yang akan bekerja secara fulltime bagi proyek.

• Initial Education and Training.

Idealnya, 100 persen, atau minimum 80 persen, dari seluruh orang di perusahaan yang perlu mendapat pendidikan ERP sebagai bagian dari proses implementasi. Agar ERP sukses, banyak hal yang harus berubah, termasuk cara banyak orang melakukan pekerjaannya. Orang-orang perlu mengetahi apa, mengapa, dan bagaimana perubahan ini berpengaruh pada mereka. Mereka perlu melihat alasan mengapa mereka harus melakukan pekerjaannya secara berbeda dan manfaat apa yang akan didapatnya. Ingatlah, bahwa melompati salah satu dari langkah ini merupakan hutang besar di masa depan. Perusahaan yang kurang melakukan edukasi dan training, hampir selalu terpaksa harus kembali lagi dan melakukannya lagi – dengan kehilangan waktu dan biaya.

• Implementing Sales & Operations Planning.

Perencanaan Sales dan Operasi merupakan bagian penting dari ERP. Bahkan, mungkin merupakan yang  terpenting dari semua elemen yang ada. ERP tidak akan bekerja baik tanpanya. Karena hanya melibatkan sedikit orang dan tidak memakan waktu lama untuk melaksanakannya, maka lebih baik untuk melakukan proses ini di awal proyek.

• Demand Management, Planning, and Scheduling Processes.

Perencanaan Sales dan Operasi menyeimbangkan permintaan dan penawaran pada tingkat volume. Masalah campuran – produk, pelanggan, order, peralatan – ditangani di area ini.

Ada 2 elemen yang terlibat dalam langkah ini:

  1. Mengembangkan dan menetapkan pendekatan baru untuk peramalan, entry customer order, dan penjadwalan / perencanaan detail.
  2. Melaksanakan proses baru ini melalui pendekatan pilot dan cutover.

• Data Integrity.

Untuk dapat berhasil, ERP membutuhkan tingkat integritas data yang jauh lebih tinggi dari yang dimiliki kebanyakan perusahaan. Inventory records, bills of material, formulas, recipes, routings, dan data lain perlu lebih akurat, lengkap, dan memiliki struktur yang baik.

• Finance and Accounting Processes—Process Definition and Implementation.

Proses Akunting dan Keuangan harus didefinisikan dan diimplementasikan dengan kekakuan yang sama seperti proses perencanaan dan permintaan. Tapi kabar baiknya adalah: Bagi kebanyakan perusahaan, langkah ini kurang menuntut dan berjalan lebih halus ketimbang berurusan dengan manajemen permintaan, perencanaan, dan penjadwalan. Alasannya, pengetahuan finance dan accounting lebih lengkap, lebih berkembang, dan yang paling penting adalah lebih dimengerti oleh banyak orang.

• Software Selection, and Software Configuration Installation.

Bagi perusahaan yang telah mengimplementasikan ES, langkah ini tidaklah berat. Mungkin akan ada beberapa tambahan software, namun tidak pada blok yang besar. Bagi perusahaan yang harus menjalankan implementasi ERP/ES sekaligus, maka langkah ini tentu saja merupakan langkah besar dan harus dilakukan secara hati-hati.

• Audit/Assessment II.

Evaluasi yang terfokus pada situasi, masalah, peluang, dan strategi perusahaan selama implementasi. Ini merupakan kendali perusahaan untuk bergerak ke tahapan berikutnya.

• Ongoing Education.

Pendidikan awal bagi orang-orang yang baru masuk perusahaan, dan pendidikan penyegaran bagi karyawan lama. Ini diperlukan agar ERP dapat terus beroperasi secara baik, dan semakin baik saat perusahaan terus meningkat ke area lain.

Perusahaan yang dapat bertahan pada Kelas A adalah yang memiliki program pendidikan terus menerus yang solid.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • Hendri  On Oktober 17, 2014 at 12:09 pm

    artikel yang bagus buat referensi tugas saya, Izin Copas ya pak

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: