Kultum 01 Ramadhan 1433 H : Ramadhan Bulan yang Agung

Assalamu’alaikum wr.wb.

Marhaban yaa.. Ramadhan. Selamat datang bulan Ramadhan. Bulan yang agung, bulan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Bulan yang senantiasa dinanti oleh umat muslim. Bulan dimana Al Qur’an diturunkan pertama kali. Dan satu-satunya bulan yang memiliki satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Pada sebuah khutbah di awal Ramadhan, Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa Ramadhan adalah bulan yang agung. Disebut bulan yang agung karena pada bulan itu terjadi 3 hal, yaitu: Dibukanya semua pintu surga, ditutupnya semua pintu neraka, dan dibelenggunya syaitan.

Mari kita telaah satu per satu makna dibalik ketiga hal tersebut.

Yang pertama, pada bulan Ramadhan, surga berhias. Ketujuh pintu surga dibuka lebar. Ibarat seorang pejabat sedang melakukan Open House, maka seluruh rakyat boleh masuk ke dalam rumahnya, siapapun dia. Tapi tentunya dengan syarat dong… Kalau rakyat itu mau bikin rusuh, ya nggak boleh masuk. Kalau yang mau masuk gembel dekil kumel bau nggak pake baju, apa boleh masuk sama satpam? Begitu juga dengan surganya Allah. Walau dibuka lebar, yang diterima di ketujuh pintu surga tentu punya syarat. Kalau dihatinya masih menentang Allah (musyrik), apa bisa diterima? Tentu hanya orang-orang yang mau tunduk patuh pada Allah SWT yang dapat diterima dalam Open House-nya Allah. Kemudian kalau seseorang datang dengan hati yang kotor, penuh iri dengki sombong takabur, penuh coreng-moreng dosa pada sesama, penuh goresan hitam maksiat, tanpa baju sholat dan sandal sodaqoh, apakah menurut anda orang itu akan bisa masuk salah satu pintu surga? Karena itu Rasulullah SAW mensunahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi ramadhan, memperbanyak puasa dan amal di bulan Rajab dan Sya’ban, dan memohon maaf pada sesama sebelum datangnya Ramadhan. Itu semua agar kita bisa hadir pada Open House-nya Allah dalam keadaan bersih.

Yang kedua, pada bulan Ramadhan, Ketujuh pintu neraka ditutup. Apakah itu berarti kalau kita melakukan maksiat di bulan Ramadhan, nggak dihitung gitu? Ya nggak dong… Maknanya adalah pada bulan Ramadhan, jangan berani-berani mengetuk pintu neraka. Sudah ditutup kok diketuk? Memangnya kepingin masuk neraka? Pada bulan ini, jauhilah maksiat, jauhkan diri dari segala yang dilarang Allah. Kalau di bulan Ramadhan masih maksiat juga, mengutip kata Bang Rhoma, itu .. “Sungguh TER LA LU“.

Yang ketiga, dibelenggunya Syaitan. Sebagian kalangan menafsirkan bahwa yang dibelenggu adalah pimpinan dan pejabat-pejabat syaitan. Kalau yang kroco masih bebas berkeliaran. Justru bulan Ramadhan menjadi ajang pelatihan buat newbie-newbie setan. Jadi nggak heran kalau di bulan ini masih banyak orang yang mengikuti langkah syaitan. Tapi bagi orang beriman, akan merasa lebih mudah melakukan amal kebajikan dan menghindarkan larangan Allah, karena kroco-kroco syaitan itu tidak cukup kuat untuk mempengaruhi mereka, sementara bos-bos mereka yang biasa bertugas menggoda orang beriman sudah dibelenggu.

Pendapat kedua ada yang menafsirkan bahwa yang dibelenggu adalah semua syaitan, baik bos maupun kroni-kroninya. Lho kok masih ada orang yang mengikuti langkah syaitan? Ya, itu bukan godaan syaitan. Tetapi pengaruh dari nafsu yang tidak bisa dikendalikan. Semua orang memiliki nafsu yang cenderung kepada perbuatan yang dilarang (yang enak-enak). Karena itu Allah memerintahkan berpuasa untuk mengendalikan nafsu tersebut. Seperti yang saya bahas pada posting Human Information Processing dan Puasa.

Selamat menunaikan ibadah Ramadhan. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua, mengampuni dosa kita, dan memperkenankan kita memasuki pintu surga. Amin YRA.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: