Kultum 03 Ramadhan 1433H : Tiga Dimensi Ibadah Puasa

Assalamu’alaikum wr.wb.

Seperti ibadah lainnya, puasa memiliki 3 dimensi, yaitu: dimensi spiritual, medikal, dan sosial. Mari kita lihat satu per satu.

1. Dimensi Spiritual

Puasa jika dilakukan dengan benar, akan mampu mendekatkan orang yang menjalankannya kepada Allah SWT. Puasa melatih sifat Ihsan, tingkatan spiritual tertinggi di dalam Islam. Apa itu Ihsan? Rasulullah SAW menjelaskan, “Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (H.R. Muslim).

Tidak ada orang lain yang tahu secara pasti apakah seseorang sedang berpuasa atau tidak. Jika seseorang terlihat tidak makan dan minum, lalu terlihat lemas, apakah pasti dia puasa? Belum tentu. Bisa saja di ruang tertutup dimana tidak ada seorang pun yang melihatnya, orang itu makan dan minum. Hanya dirinya sendiri dan Allah yang mengetahuinya.

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.’” (HR. Muslim)

2. Dimensi medikal

Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat“. Menurut World Health Organization, sehat itu meliputi fisik, mental, dan sosial. Berikut akan kita lihat manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental. Untuk sosial akan dibahas di no.3 (dimensi sosial).

a. Puasa meningkatkan kesehatan fisik (dikutip dari sini)

Puasa, secara kimia, tidak diakhiri ketika simpanan karbohidrat di dalam tubuh mulai digunakan sebagai sumber energi. Ia akan terus berlanjut selama simpanan lemak dan karbohidrat tersebut digunakan untuk energi. Berbagai penelitian pada hewan menunjukkan, pembatasan kalori bisa memperpanjang usia harapan hidup, meningkatkan kesehatan secara umum, menurunkan risiko berbagai penyakit, dan sebagainya. Pada penderita diabetes mellitus (DM), puasa juga akan merubah beban kerja sistem metabolisme energi dan lemak. Puasa juga akan menurunkan gula darah dan hormon insulin. Penderita sakit maag dengan puasa, maka pola makannya menjadi teratur, dan kebiasaan makan tidak sehat bisa dihindari. Dengan demikian, selama berpuasa, penderita maag fungsional bisa lebih sehat dan keluhan sakitnya akan berkurang. Dan masih sangat banyak lagi manfaat puasa bagi kesehatan fisik.

b. Puasa meningkatkan kesehatan mental (dikutip dari sini)

Penelitian Nicolayev, seorang guru besar yang bekerja pada lembaga psikiatri Moskow (The Moskow Psychiatric Institute), mencoba menyembuhkan gangguan kejiwaan dengan berpuasa. Dalam usahanya itu, ia menterapi pasien sakit jiwa dengan menggunakan puasa selama 30 hari. Nicolayev mengadakan penelitian dan eksperimen dengan membagi subyek menjadi dua kelompok sama besar, baik usia maupun berat-ringannya penyakit yang diderita.
Kelompok pertama diberi pengobatan dengan ramuan obat-obatan, sedangkan kelompok kedua diperintahkan untuk berpuasa selama 30 hari. Dua kelompok tadi dipantau perkembangan fisik dan mentalnya dengan tes-tes psikologis.
Dari eksperimen tersebut diperoleh hasil yang sangat bagus: banyak pasien yang tidak bisa disembuhkan dengan terapi medis ternyata bisa disembuhkan dengan puasa. Selain itu kemungkinan pasien tidak kambuh lagi selama enam tahun kemudian ternyata tinggi. Lebih dari separuh pasien tetap sehat.
Penelitian yang dilakukan Alan Cott terhadap pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Grace Square, New York, juga menemukan hasil sejalan dengan penelitian Nicolayev. Pasien sakit jiwa ternyata bisa sembuh dengan terapi puasa.

Ditinjau dari segi penyembuhan kecemasan, dilaporkan oleh Alan Cott bahwa penyakit seperti merasa rendah diri juga dapat disembuhkan dengan puasa.

Percobaan psikologi membuktikan bahwa puasa mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang. Ini dikaitkan dengan prestasi belajarnya. Ternyata orang-orang yang rajin berpuasa dalam tugas-tugas kolektif memperoleh skor jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

Di samping hasil penelitian di atas, puasa juga memberi pengaruh yang besar bagi penderita gangguan kejiwaan, seperti insomnia, yaitu gangguan mental yang berhubungan dengan kesulitan tidur. Penderita penyakit ini sukar tidur, tetapi dengan berpuasa ternyata penyakitnya dapat dikurangi, bahkan dapat sembuh.

3. Dimensi Sosial

Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan. Masih begitu banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan, yang tidak setiap hari bisa makan. Bahkan bukan tidak mungkin mereka hidup dalam lingkungan tetangga kita sendiri.

Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: