Kultum 13 Ramadhan 1433H : Rahmat dan Ampunan

Assalamu’alaikum wr.wb.

Alhamdulillah. Sampai saat ini kita masih bisa melaksanakan ibadah Ramadhan. Kita sudah melewati 10 hari pertama Ramadhan yang menurut Rasulullah SAW adalah tahap Rahmat. Apakah kita mendapatkan rahmat tersebut? Ada 4 Rahmat terbesar yang menjadi tandanya.

Yang pertama adalah Iman. Kalau kita sampai saat ini masih setia melakukan ibadah puasa hanya karena Allah, maka bisa dikatakan bahwa masih ada Iman di hati kita.

Yang kedua adalah Kesehatan. Hingga saat ini kita masih sanggup melaksanakan ibadah puasa dengan sehat. Entah berapa banyak saudara kita yang tidak bisa melaksanakannya karena harus terbaring di rumah sakit. Semoga Allah segera mengangkat penyakit mereka dan memberikan mereka rahmat kesehatan.

Yang ketiga adalah Kesempatan. Saat kita sedang asyik melakukan tarawih bersama, tidak dipungkiri banyak saudara kita yang beriman dan sehat tidak bisa melakukannya karena tidak diberi kesempatan. Apakah itu karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, atau terpaksa melakukan aktifitas yang tidak bisa dihindarkan.

Yang keempat adalah Kekuatan. Banyak juga diantara kita yang beriman, sehat, dan memiliki kesempatan waktu, namun tidak sanggup mengisi detik-detik bulan Ramadhan dengan ibadah yang disunahkan. Langkah terasa berat untuk ke mesjid, tangan terasa berat untuk memegang Al Qur’an.

Semoga sampai saat ini kita semua masih diberikan keempat Rahmat tersebut, sehingga bisa melakukan ibadah puasa dan mengisinya dengan ibadah-ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Amin YRA.

 

Dan sekarang kita sudah berada di tahap kedua bulan Ramadhan, yaitu tahap Ampunan. Menurut alim ulama, ada 3 hal yang hendaknya diperbanyak jika ingin mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Yang pertama adalah memperbanyak Shalat Taubat. Isilah malam-malam 10 hari kedua ini dengan memperbanyak Shalat Taubat. Berdoa dan mohon ampun kepada Allah atas semua dosa yang pernah kita lakukan, yang kita sadari maupun yang tidak disadari.

Yang kedua adalah memperbanyak Istighfar. Rasulullah yang sudah suci dari dosa, setiap hari melantunkan istighfar tidak kurang dari 100x. Kita sebagai hamba Allah yang berlumur begitu banyak dosa, selayaknya melakukannya jauh lebih banyak dari Rasulullah.

Shalat Taubat dan Istighfar belum menjamin ampunan dari Allah. Mengapa? Karena kita perlu melakukan hal yang ketiga ini, yaitu meminta maaf dan memaafkan kesalahan terhadap sesama manusia. Allah adalah Maha Pemaaf. Allah Maha Pengampun. Dengan shalat taubat dan istighfar, dengan mudah Allah akan memaafkan kita. Namun maaf itu akan tergantung di antara langit dan bumi, selama kita masih memiliki dosa dengan sesama manusia. Dosa terhadap manusia harus lebih dulu dimaafkan oleh manusia, barulah Allah bisa memaafkannya. Karena itu, mari kita memperbanyak hisab atas perilaku kita. Jika kita merasa melakukan kesalahan, segeralah meminta maaf. Dan bila kita merasa ada orang melakukan kesalahan terhadap kita, segeralah maafkan, dan doakan agar Allah mengampuninya. Ini kita lakukan terutama sekali kepada orang yang terdekat dengan kita. Antara suami dengan istri, istri dengan suami. Setiap hari setiap saat kita bergaul dengan istri/suami kita, tidak mungkin luput dari kesalahan. Karena itu mintalah maaf kepadanya setiap hari, dan maafkanlah dia. Tentu kita tidak mau istri/suami kita tidak mendapatkan ampunan dari Allah kan?

Semoga Allah memaafkan dan mengampuni semua dosa kita, dan memberikan kekuatan untuk memohon maaf kepada sesama. Amin YRA.

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: