Attention (Perhatian) dan Performance (Kinerja)

Kita sudah mengerti konsep dari attention secara fenomenal. Bahkan orang tua kita yang tidak pernah belajar secara formal mengenai cognition (kesadaran), telah sangat memahami konsep attention saat menegur kita karena melamun atau tidak melaksanakan perintahnya dengan benar. Mereka memahami bahwa manusia, seperti juga komputer, memiliki kapasitas terbatas untuk mengolah informasi dimana kita dapat menerima, menerjemahkan, dan bertindak terhadap sejumlah tetap informasi dalam suatu waktu. Juga, mereka mengetahui bahwa proses tambahan diluar target akan mengganggu kinerja tugas yang ditargetkan, baik itu pekerjaan rumah, bersih-bersih, atau mendengarkan nasehat mereka. Tetapi apakah yang sebenarnya dimaksud dengan perhatian? Apa yang dimaksud dengan memperhatikan? Apa yang mempengaruhi arah perhatian kita? Jawaban pertanyaan ini adalah sangat mendasar untuk memahami bagaimana kita berinteraksi dengan lingkungan.

 

Karakteristik Attention

 

Attention adalah kumpulan dari proses yang menyebabkan kita mendedikasikan kapasitas pengolahan informasi yang terbatas kepada tujuan manipulasi sebuah subset informasi yang tersedia. Atau dengan kata lain, attention adalah proses dimana informasi masuk ke dalam working memory dan mencapai sebuah tingkat kesadaran.

 

Ada 3 karakteristik penting dari attention:

  1. Attention adalah selektif, dan hanya memperbolehkan sebuah subset informasi spesifik untuk memasuki sistem pengolahan informasi yang terbatas.
  2. Fokus dari attention dapat beralih dari satu sumber informasi ke sumber yang lain.
  3. Attention dapat dibagi sehingga, dengan batasan tertentu, seseorang dapat membagi perhatian kepada lebih dari satu sumber informasi di saat yang sama.

 

Bayangkan anda berada di sebuah pesta yang ramai, dimana ada banyak percakapan terjadi bersamaan. Anda mengetahui bahwa anda bisa melakukan filter terhadap percakapan lain dan hanya memusatkan perhatian kepada percakapan yang sedang anda lakukan. Anda juga tahu bahwa pada suatu saat terjadi perhatian anda beralih mendengarkan percakapan yang ada di sebelah anda. Peralihan ini bisa terjadi secara otomatis, terutama bila anda mendengar nama anda disebut, atau bila percakapan pertama mulai membosankan. Akhirnya, anda juga mengetahui bahwa anda bisa mengikuti dua percakapan sekaligus, walaupun pemahaman dan kontribusi anda terhadap percakapan utama anda menjadi berkurang. Penurunan kinerja dari percakapan utama anda tersebut menunjukkan bahwa pengolahan informasi yang dibutuhkan telah melebihi kapasitas anda.

 

Fenomena “pesta” tadi mengindikasikan bahwa untuk dapat memfasilitasi pengguna dengan baik, para desainer HCI harus memperhatikan untuk membatasi stress dari sistem pengolahan informasi individu, dengan cara:

  1. Membuat antarmuka yang membantu dalam pemilihan informasi yang tepat
  2. Mengetahui jenis-jenis pengalihan perhatian, dan kapan akan menggunakan / tidak menggunakannya.
  3. Memahami bahwa pada saat perhatian harus dibagi kepada beberapa tugas, maka setiap tugas harus dirancang untuk memfasilitasi kinerja otomatis sehingga dapat menghindari konflik pemecahan dari kapasitas pengolahan yang terbatas, dan dapat menjaga kinerja dengan baik.

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: